QMochi

Ikeh, Kimochi, Hayaku, Dame, Yamete Kudasai

  • Home
  • Menu
  • Menu
  • Download Theme
  • Twitter
  • Facebook
  • GooglePlus
  • Instagram
  • Youtube
Tampilkan postingan dengan label lomba blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba blog. Tampilkan semua postingan

Gerakan Go Green Gue

Posted on 11.03.00 Tidak ada komentar:
- lomba blog
Nggak kerasa satu bulan Ramadhan sudah kita lewati. Iya, bisa bilang “nggak kerasa” itu waktu pas mau Lebaran. Kalo ditengah-tengah puasa sih, pasti banyak yang dirasa. Lapar, haus, kangen mantan, banyak lah.

Lebaran tahun ini, banyak hal yang berubah. Contoh paling sederhana, dan menyedihkan adalah: gue nggak nemu kolak sama sekali. Sumpah. Sakitnya tuh di sini..

Selain nggak nemu kolak, beberapa mantan gue juga udah punya pacar baru. Mereka move on lebih cepat daripada yang gue bayangkan. Ternyata, gue terlalu mudah untuk digantikan. Huhuhu. Lebaran tahun ini juga gue lebih mudah minta maaf pada temen-temen karena ada aplikasi BBM. Hampir semua temen gue udah pada pake Android. Jadi, ngucapin Minal Aidzin bisa lebih mudah, cukup ngetik satu paragraf, lalu kirim broadcast ke semua kontak. Satu hal yang mengejutkan: setiap gue ngirim broadcast, kebanyakan pada bales, “Iya, maafin gue juga ya, Ka. Selama ini gue sering bercanda.” Buset. Kalo mereka pada minta maaf karena sering bercanda, kayaknya gue jadi mahluk paling berdosa tahun ini. Hmm..

Tapi, di samping semua kabar buruk itu, sekarang ada kabar gembira buat kita semua. Bukan, ini bukan soal kulit manggis yang ada ekstraknya. Kalo itu sih udah basi. Kabar gembiranya adalah: Sekarang buku dalam bentuk ebook udah mulai populer!

Tunggu, kalian nggak tahu ebook? Makanya, punya hp canggih itu dipake googling dong, jangan dipake stalk mantan doang. Huhu. Ebook itu singkatan dari Electronic Book, alias Buku Elektronik, yang artinya: dicetak dalam bentuk digital. Bukan bentuk kertas.

Apa bedanya ebook sama buku-buku biasa?

Bedanya adalah:

1. Ebook Mengurangi Pencemaran

Ebook itu nggak boros kertas, jadi bisa menghemat pencemaran. Karena pada kenyataannya: buku-buku yang dicetak dalam jumlah banyak, tapi kurang laku, bakal disimpen di gudang toko buku, dan kemungkinan besarnya dibuang. Entah dibakar, atau didaur ulang. Kalo pun buku itu laku, pastinya bakal jarang dibaca lagi sama yang beli. Ujung-ujungnya cuma jadi tumpukan lemari, atau ganjelan meja belajar doang. Nah, kalo buku digital, nggak bakalan lah numpuk di gudang, atau jadi ganjelan meja belajar. Soalnya buku digital itu bentuknya sama kayak tulisan yang lagi kalian baca ini. Yap, ebook itu bentuknya file. Jadi, kalo udah nggak kepake bisa dihapus dengan menekan tombol delete. Nggak jadi pencemaran, kan?

2. Ebook Nggak Mudah Hilang

Selain mengurangi pencemaran, ebook juga nggak boros tempat! Meningat bentuknya adalah file, otomatis ebook bisa disave di folder yang ada di hp kalian. Keuntungan lainnya: nggak bakal ada cerita “Ebook gue dipinjem temen, sampe sekarang belum dibalikin.” Yap, buku dalam bentuk kertas itu biasanya suka dipinjem temen, dan biasanya suka ada aja temen kampret yang lupa balikin buku kita. Nah, kalo bukunya dalam bentuk ebook, nggak bakalan deh temen kita minjem ebook. Toh ebook itu file. Bisa dicopy-paste. Jadinya, buku kalian yang berbentuk ebook itu nggak akan mudah hilang. Kecuali kalo hp kalian yang hilang, ya ebooknya ikutan hilang.

3. Ebook Nggak Akan Sobek

Pernah nggak, kalian lagi asyik-asyiknya baca buku, pas buka halaman berikutnya, ternyata ada halaman yang hilang? Atau ada beberapa halaman yang malah kosong? Suka sebel nggak sih kalo dapet kejadian itu? Gue juga pernah, waktu lagi baca buku, eh tiba-tiba halamannya ada yang kurang. Nah, kalo ebook, nggak bakal kayak gitu. Karena ebook bukan terbuat dari kertas, maka halaman-halaman di ebook nggak bakal sobek. Artinya: buku kamu bakal tetep utuh sampe kapan pun! Kelebihan lainnya: ebook nggak bakal rusak, nggak bakal kena noda, dll. Kalian pernah nemu halaman buku yang kotor karena noda saus atau kopi? Pernah nemu halaman yang rusak karena air hujan? Kalo die book, hal-hal seperti itu nggak bakal ada. Keren, kan?

4. Ebook Itu Sahabat Alam

Ini yang paling gaul nih. Kalian pernah denger gerakan stop merokok untuk melindungi alam? Yap, ebook adalah salah satu gerakan melindungi alam. Kenapa? Karena ebook nggak pake kertas. Kalo belum tahu: kertas-kertas yang ada di buku itu terbuat dari pohon. Semakin banyak buku dicetak, maka semakin banyak juga pohon yang ditebang. Kalo ebook? Tentu saja ebook nggak menebang pohon, karena ebook menggunakan media elektronik. Jadi, kalo kita bikin buku dalam bentuk ebook, kita udah menyelamatkan nyawa pohon.

Hubungannya sama melindungi alam? Ya itu, kita udah menjaga kelestarian dan populasi tumbuhan. Semakin banyak kita menyelamatkan pohon, maka semakin hijau bumi ini. Kalo kalian nggak bisa berhenti merokok untuk menyelamatkan pohon, ya minimal kalian bikin ebook lah. Daripada nulis-nulis nama mantan, terus ujung-ujungnya jadi sampah juga, mending nulis-nulis di blog. Kalo tulisannya udah banyak, bisa diconvert ke bentuk ebook. Kan lumayan, selain punya karya, kita juga melindungi alam.

***

Jadi, apa ini dari ini semua? Intinya adalah: ebook mengajak kita untuk berhenti nulis-nulis nama mantan di kertas. Udah cukup lah kalian nulis-nulis nama pacar di bio twitter. Seriusan. Itu udah cukup kok. Cukup alay. Dan jangan menambah kealayan kalian dengan nulis-nulis nama mantan di kertas, kalo ujung-ujungnya itu kertas malah disimpen di kolong meja sekolah, terus dimasukin ke tong sampah sama anak piket, terus mencemari bumi. Look, hanya karena nulis-nulis nama mantan di kertas, kalian sudah mencemari bumi. Itu tidak baik, teman-teman..

Nah, daripada kalian mencemari bumi, dan ngegalauin mantan mulu (yang sebenernya nggak ada gunanya sama sekali), mending kita lakuin sesuatu yang lebih bermanfaat, yuk!

Kita nulis sebuah cerita yang berhubungan dengan Go Green. Berikut ini infonya gue copas dari catatan fanspage EbookLand:


Lomba Menulis Berbasis Go Green.



Hardy Zhu adain lomba nulis lagi nih. Kali ini tema dan konsepnya benar-benar beda. Hardy adain lomba ini sebagai ajang kreatif untuk menggalakkan go green secara sederhana. Seluruh pemenang dari lomba nulis ini karyanya akan dibukukan dalam bentuk e-book dan dijual secara komersil melalui toko buku khusus e-book. Hardy pun mempercayakan aplikasi SCOOP yang dapat ditampilkan melalui perangkat seperti iPad, Android, dan Windows Phone sebagai pemasar dari hasil e-book yang sama-sama kita rancang sebentar lagi.



Lomba menulis ini juga bertujuan untuk memperkenalkan EBOOKLAND, yaitu sebuah wadah untuk mengumpulkan penulis dan pembaca e-book. EBOOKLAND dan Hardy Zhu berharap dengan adanya lomba menulis ini, sedikit demi sedikit pohon-pohon akan terselematkan dari eksploitasi produksi kertas.

Peserta yang ikut berpartisipasi dalam lomba ini juga secara tidak langsung berperan dalam menyelamatkan pohon dengan e-book.

Syarat:

*Umum

1.) Like fanpage EBOOKLAND. untuk tahu update info dan terbitan ebook terbaru.
2.) Like fanpage Hardy Zhu sebagai penyelenggara lomba.

*Khusus

1.) Tulislah sebuah cerpen dengan ide dan genre bebas yang membahas tentang ‘cinta’ dan ‘pohon’.
2.) Panjang naskah 8-10 halaman, spasi 1,5, Times New Roman, font size 12, margin 3333.
3.) Nama file naskah ketik dengan format: nama penulis (spasi) judul naskah.

Pengiriman:

Kirim naskah beserta biodata lengkap berbentuk narasi (jadikan satu file) ke alamat email: redaksi.rotterdam@gmail.com (attachmennt file), dengan subyek email: “Lomba menulis EBOOKLAND”.

Batas Waktu:

- Naskah diterima mulai tanggal 17 Juli 2014 sampai dengan tanggal 17 Agustus 2014.
- Pemenang diumumkan di fanpage EBOOKLAND pada tanggal 31 Agustus 2014.

Hadiah:

1.) Akan dipilih 10 karya terbaik yang akan dibukukan dalam bentuk e-book bersama karya Hardy Zhu dan dijual secara komersil di aplikasi SCOOP.
2.) 10 pemenang berhak mendapatkan masing-masing e-book “Kumpulan Rahasia di Dunia yang Wajib Diketahui”.
3.) 10 pemenang juga berhak memperoleh kontrak penerbitan di EBOOKLAND dan kerjasama dengan sistem royalti.

Ayo ikut berpartisipasi dan selamatkan pohon kita dengan ebook!

Untuk info lebih lanjut, silakan klik:

https://www.facebook.com/pages/Ebookland/1511610965717234?sk=timeline

***

Tuh, caranya gampang banget, kan? Makanya, ayo ikutan! Mari berkarya, mari selamatkan alam jagad raya!

Ini bentuk partisipasi gue dalam go green:



Gue menghijau! Gue sudah Go Green! Subur.. ini gaya kamu, kan?! *sambil gebrak meja*

***

Tambahan:

Minal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin, ya teman-teman! Oh iya, tahun ini nyokap gue nggak bikin ketupat. Gue udah bilang, "Bu, kita harus Go Green, bu!"

Alhasil ketupat gue bentuknya ebook.
Read More

Sinopsis Menganalisa Cinta

Posted on 16.11.00 Tidak ada komentar:
- lomba blog
Postingan ini diikut sertakan dalam lomba "Menulis Sinopsis" yang diselenggarakan oleh penerbit: RakBuku, dan menang sebagai juara pertama.

***

Namanya Raka Prasetya A, seorang anak laki-laki yang pendiam, pemalu, dan pemimpi. Ia punya banyak pengalaman konyol dalam hidupnya terutama dalam urusan cinta, bahkan setiap kali ia pacaran, hubungannya selalu berakhir dengan kegagalan. Waktu Raka kelas satu SMP, ia pernah menyukai teman sekolahnya secara diam-diam. Ia memendam rasa itu selama tiga tahun, dan saat tiba dimana ia mengungkapkan perasaannya, Adinda, gadis yang ia sukai menolak cintanya. Adinda bilang, "Kamu terlalu pemalu, gak pernah berani nyapa aku..."

Belajar dari kesalahannya di waktu dulu, Raka mencoba untuk mencari pacar lagi, kali ini ia berusaha untuk lebih berani dalam menyatakan cinta. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hanny, adik kelas di sekolahnya. Sebelas bulan bersama, Raka mendapat banyak pelajaran dari pacarnya. Ia belajar bahwa cinta itu tidak cukup jika hanya diungkapkan, tapi juga harus dibuktikan. Sayangnya, pernah ada satu masalah diantara mereka, Hanny yang membuat Raka percaya pada cinta pertama, juga membuat Raka kecewa setelah tahu bahwa Hanny menyembunyikan sesuatu darinya. Ia pun terpaksa memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Raka melanjutkan sekolahnya ke SMK jurusan Analis Kimia. Di sekolah barunya ia bertemu dengan Dinda, seorang gadis yang merubah banyak hal dalam hidupnya. Dinda yang memiliki sifat lugu, mampu membuat Raka selalu tertawa. Tidak hanya itu, Dinda juga mengajari arti cinta dengan ketulusannya menerima Raka dengan semua latar belakang dan sifat-sifat konyolnya. Namun tidak berbeda dengan kisah-kisah sebelumnya, hubungan mereka pun berakhir karena suatu masalah. Orangtua Raka bisa dibilang "Broken Home" ibunya yang selalu keluar malam dan ayahnya yang jarang pulang membuat Raka merasa kehilangan rasa kasih sayang. Hal itu membuatnya jadi kacau, dan Raka tidak ingin jika pacarnya kena semprot dari masalah yang dialaminya.

Untuk melepas semua rasa sakitnya, Raka mencari sesuatu yang bisa membuatnya bahagia. Kebetulan ia punya beberapa teman yang memiliki hobi yang sama, bermain musik. Satu waktu mereka mendirikan sebuah Band yang sudah seperti keluarga baru bagi Raka. Band itu yang bisa membuat ia lupa akan masalahnya di rumah, namun band itu juga yang memisahkan Raka dengan teman-temannya. Tomy, salah satu anggota band mereka selalu tidak bisa ikut latihan karena sibuk menemani Runi, pacarnya. Sejak saat itu band mereka resmi dibubarkan, keluarga kecil-kecilan itu pun mulai hilang secara perlahan. Dan untuk kesekian kalinya hidup Raka kembali berantakan.

Tapi Raka sadar bahwa hidup ini harus terus berjalan meskipun banyak cobaan yang datang, ia yakin bahwa dibalik semua ini pasti ada hikmah yang bisa dipetik jadi pelajaran. Akhirnya Raka mencari kesenangan baru, ia ingin jadi penulis, ia memulai semuanya dari sebuah blog. Tanpa ia sangka sebelumnya, blog itu membawa seseorang yang mampu mengobati luka dihatinya. Dari beberapa pembaca yang mengunjungi blognya, pernah ada satu orang bernama Galuh yang menjadi pacarnya, dan Raka percaya bahwa Galuh adalah orang yang tepat untuknya karena perkenalan mereka pun begitu unik baginya.

Hubungan mereka "Long Distance Relationship" tapi karena Raka sudah belajar banyak dari pengalamannya, kali ini ia yakin bahwa ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti yang pernah ia lakukan pada mantan-mantannya. Setelah dua minggu pacaran, Raka berencana pergi ke Bekasi untuk menemui Galuh, tapi ketika ia sudah tiba disana, Galuh sedang sakit dan tidak bisa keluar rumah. Raka pun pulang ke Bandung tanpa membawa apa-apa. Satu bulan terlewati, Galuh meminta untuk mengakhiri hubungan mereka. Sejenak Raka merenungkan kesalahan apa yang ia lakukan. Ia sempat berfikir, mungkin ia memang tidak akan pernah menemukan seorang pacar yang cocok dengannya. Dan fikiran itu membuat Raka menjadi tidak percaya lagi pada yang namanya cinta.

Disaat Raka jatuh dan mulai kehilangan rasa percaya, ada satu guru yang mampu merubah cara berfikirnya, gurunya bilang, "Kalian ini Analis, dan kalian harus bisa menganalisa. Ingat, kimia itu pelajaran eksak, ilmu pasti. Jika 1 + 1 = 2, maka tugas kalian adalah mencari tahu bagaimana 2 + 2 = 4. Gunakan metode analisa kalian!" Ucapan gurunya membuat Raka menyadari bahwa cinta itu sama seperti kimia, ilmu eksak, dan harus dianalisa. Raka mulai membuka semua catatan-catatan yang pernah ditulisnya, ia membaca setiap halaman dan menganalisa apa saja kesalahan yang pernah ia lakukan. Dan akhirnya Raka menemukan satu jawaban..

Baginya, cinta itu cenderung mirip dengan kimia, keduanya sama-sama sulit untuk dipahami jika ia hanya mengenalnya dari sebuah teori. Dan satu-satunya cara paling mudah untuk memahami cinta adalah dengan berani mengenalnya dari pengalaman pribadi. Raka menutup buku catatannya, ia kembali pada gadis yang dulu pernah mengajarinya arti cinta, dan Raka telah memutuskan untuk menghabiskan sisa waktu bersamanya karena sekarang ia telah menemukan bagaimana 2 + 2 = 4 dalam hati gadis itu.

Cinta itu sederhana, tapi kita akan sulit menemukannya jika kita terlalu sibuk mencari yang sempurna. Karna cinta yang sederhana bisa menjadi istimewa dengan caranya.

Read More
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)